Teknolgi Konsumerisme Olahraga





 


Perkembangan teknologi yang semakin pesat mempengaruhi gaya kehidupan yang semakin mencolok. Itu dikarenakan perkembangan teknologi mempengaruhi model berkomunikasi massa untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari. Di zaman sekarang ini beberapa individu mungkin terlalu over dalam memandang atau menggunakan gadget miliknya. Dimana pun dan kemana pun individu tersebut berada, dia tidak akan lepas dengan handphon-nya. Ditambah lagi sekarang ini sudah memasuki era smartphone, sehingga banyak yang bisa dilakukan dalam satu genggaman saja.
Di samping itu makin kecanduannya anak-anak sekarang dengan beberapa video game dikarenakan hardware pemutar game seperti laptop, desktop dan yang sudah semakin canggih. Seperti kemunculan alat-alat konsol game yang semakin atraktif, tablet, dan smartphone yang sudah dapat memainkan game high end misalnya. Perkembangan zaman saat ini telah memasuki pada masa serba menggunakan teknologi tinggi. Perkembangan jaman ini akan membuat kemudahan dalam banyak hal dan bidang. Salah satu dampak dari kemajuan jaman ini adalah berkembangnya teknologi, dan salah satu pendukung berkembangnya teknologi ini adalah oleh perkembangan ilmu pengetahuan.
Perkembangan ilmu pengetahuan akan selaras dengan perkembangan teknologi. Salah satu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berdampak pada perkembangan olahraga. Banyak hal positif yang akan diperoleh dengan melakukan aktivitas olahraga. Perlu diketahui bahwa dampak positif yang di peroleh dari aktivitas melakukan olahraga tidak akan dapat digantikan dengan teknologi yang secanggih apapun tanpa melibatkan aktivitas jasmani. Kemajuan dunia menuntut orang untuk terus bekerja secara keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kebahagian dalam hidup tidak dapat diukur hanya melalui materi saja, akan tetapi penilaian suatu kehagiaan adalah sesuatu yang komplek yang melibatkan jasmani dan rohani. Dua komponen yaitu jasmani dan rohani dapat ditingkatkan dengan suatu aktivitas. Aktivitas yang dimaksud adalah adalah suatu aktivitas jasmani yang dilakukan secara sistematis dan metodis yang selanjutnya disebut olahraga.

Konsumerisme Olahraga Salah satu kegiatan masyarakat konsumerisme adalah hanyut dalam permainan. misalnya dalam hal olahraga seperti sepakbola, marathon, pusat kebugaran, senam, dan lain-lain. Cristhoper lasch seorang penulis amerika dalam Rusli Lutan ( 1998) mengatakan bahwa , olahraga adalah candu masyarakat konsumerisme. Olahraga bisa melupakan sejenak dari kelaparan, kesusahan, kemiskinan bahkan perang. Orang-orang jenis ini selalu dijajah oleh ilusi,citra, 221 dan penampakan. Berikut ini fakta dari konsumerisme olahraga , menurut sirkus iglobal, F1 racing net 2005 sebuah acara televisi di Inggris dalam GP kanada berada pada peringkat ketiga sebagai acara olahraga yang paling banyak ditonton di televisi. Sedangkan Juara pertamanya adalah Super Bowl dan runner up-nya adalah final liga Champion
Olahraga merupakan kepunyaan semua lapisan masyarakat. Masyarakat dari kalangan atas, menengah dan bawah sangat memerlukan dan membutuhkan olahraga. Seperti yang di sebutkan di atas, dengan berolahraga akan memperoleh nilai positif yang melekat pada jasmani dan rohani. Peningkatan kebutuhan hidup ini pula yang menyebabkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan olahraga.
Tidak mengherankan jika kemudian muncul apa yang disebut dengan “konsumerisme olahraga”. Konsumerisme merupakan paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok yang menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.
Bentuk dari pemenuhan dari kebutuhan masyarakat sebagai konsumen olahraga tersebut diantaranya dengan adanya klub-klub olahraga, sport center-sport center, hash, banyak event organizer yang mengadakan kegiatan-kegiatan olahraga seperti jalan sehat, bersepeda santai, senam-senam masal dan lain sebagainya yang melibatkan aktivitas jasmani. Dapat pula dilihat pada hotel-hotel banyak menyediakan sarana dan fasilitas untuk berolahraga. Semua bentuk pemenuhan kebutuhan ini menggambarkan bahwa masyarakat masih mengganggap berolahraga masih diperlukan sebagai salah satu sarana pemenuhan kebutuhan untuk jasmani dan rohani. Olahraga memang merupakan suatu kebutuhan dari seseorang, akan tetapi orang tersebut dapat pula meninggalkan olahraga itu sendiri. Hal ini disebabkan karena oleh banyak hal, di antaranya dari segi budaya, sosial, pribadi dan psikologi (Kotler dan Armstrong, 2001: 197). Keempat faktor tersebut sangat mempengaruhi perilaku konsumen olahraga, selain itu perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh penyedia layanan jasa olahraga tersebut. Para penyedia jasa harus bisa membaca kebutuhan konsumen, apabila kebutuhan konsumen dapat dipenuhi oleh penyedia jasa maka konsumen akan terus menggunakan jasa yang ditawarkan. Untuk itu di dalam kalimat ini akan dibahas mengenai perilaku konsumen olahraga.
Konsumen olahraga merupakan raja dari pengguna jasa yang ditawarkan oleh para penyedia jasa olahraga. Penyedia jasa olahraga harus bisa melayani kebutuhan atau kemauan dari para pengguna jasa olahraga tersebut, agar usaha yang dijalankan dapat terus berjalan. Jalannya usaha pelayanan jasa yang dikelola sangat bergantung sekali kepada eksistensi para pengguna jasa olahraga tersebut. Kedua pihak tersebut harus dapat saling memenuhi dan terpenuhi kebutuhannya, agar bisnis jasa olahraga yang dijalankan tetap berjalan sebagai mana mestinya. Konsumen olahraga dalam menentukan keputusannnya di dalam menggunakan jasa yang ditawarkan melalui beberapa tahapan. Tahapan yang dilalui di antaranya pertama-tama konsumen olahraga melihat rangsang yang diberikan. Rangsang yang diberikan oleh para penyedia jasa olahraga seperti dalam bentuk produk, harga, distribusi, dan promosi. Rangsang lain yang yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen mencakup peristiwa besar dalam lingkungan pembeli, seperti ekonomi, teknologi, politik, dan budaya (Kotler dan Armstrong, 2001: 196). Rangsangan yang diterima oleh konsumen olahraga akan mempengaruhi tanggapan-tanggapan di dalam kotak hitam konsumen, yang memiliki dua bagian. Bagian pertama yaitu karakteristik pembeli yang mempengaruhi bagaimana bersikap dan bereaksi terhadap rangsangan. Bagian kedua yaitu proses keputusan pembeli itu sendiri mempengaruhi perilaku pembeli.
Pengaruh perkembangan tersebut cukup berperan dalam merubah pola hidup masyarakat dunia, yang semula tradisional, berkembang menjadi semitradisional, lalu melesat menuju pola hidup modern. Kita mengidentikkan pola hidup modern dengan pola hidup yang praktis dan serba efisien. Statemen tersebut mungkin cukup tepat untuk mendeskripsikan fenomena tersebut. Secara khusus perkembangan Teknologi Informasi juga mempengaruhi perkembangan di bidang ekonomi masyarakat. Terdapat 3 kelompok dalam kegiatan ekonomi, yaitu produsen, konsumen, dan pemerintah. Masing-masing kelompok mempergunakan kesempatan ini untuk memajukan dan memudahkan kegiatan ekonomi mereka. Produsen mempergunakan kemajuan teknologi sebagai alat efisiensi produksi untuk menghasilkan barang dengan biaya murah. Di samping itu, produsen turut serta dalam mengembangkan teknologi di bidang ekonomi untuk mensosialisasikan produknya pada konsumen.
Sebagai konsumen cukup dimanjakan dengan kehadiran fasilitas teknologi tersebut. Tentunya, secara tidak langsung hal tersebut mempengaruhi pola perilaku sebagai seorang konsumen. Di antara pola perilaku yang mengalami perubahan tersebut yakni sikap kritis kita. Kita-sebagai konsumen-menjadi lebih kritis dan selektif dalam membeli barang melalui berbagai informasi yang kita dapatkan dari berbagai media.
Jadi berdasarkan pemaparan di atas dapat dikatakan dapat kita ulas dari perbandingan di era tahun 90-an. Di mana perkembangan teknologi belum begitu pesat, sebagai salah satu contohnya untuk melihat pertandingan seperti sepak bola, badminton, basket dan lain-lainnya kita hanya dapat melihat atau menyaksikan pertandingan hanya sekelas daerah serta salah satu stasion televisi yang menayangkan.
Seiring perkembangnya teknologi dalam olahraga, pun ikut mempengaruhi kepuasaan konsumerisme dalam menikamati suatu pertandingan, melakoni olaharga dan serta bersosial pada sekelompok yang bertujuan kesempurnaan tetap bersemayam dalamnya. Apa yang dirasakan konsumen olahraga dalam kelompok sosial sangat dibutuhkan teknologi yang baik dan mudah diperoleh dalam mencapai kebutuhan kepuasan  tersendirinya..
Jadi perlunya pengembangan teknologi dan olahraga untuk dapat bersinergi dengan memperhatikan kebutuhan konsumtif konsumen. Karena kepuasaan konsumen dapat terwujud karena adanya pengaruh besar teknologi terhadap olahraga. Perusahan teknologi saat ini banyak melakukan kerjasama dengan beberapa klub-klub olaharaga dan induk olahraga dalam memberikan fasilitas dan layanan untuk mempengaruhi konsumen dalam mencapai tujuannya.
Perkembangan teknologi mempengaruhi konsumen olaharaga. Demikian, teknologi tidak hanya diperkenalkan dan digunakan untuk olaharaga, tetapi juga dapat memepengaruhi dan memberikan warna baru dalam menjadi sejarah untuk perkembangan dunia olahraga.

0 Komentar