Makalah Perkembangan Gerak

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

       Setiap anak unik dan berkembang dengan kecepatannya masing-masing. Bayi lahir dengan sejumlah reflek yang penting untuk bertahan hidup. Perkembangan gerak bayi baru lahir terlihat jelas dari gerak mulut saat menangis dan tersenyum, saat menggerakkan jari tangan dan kaki. Ketika bayi diletakkan tengkurap, secara reflek dia akn memiringkan kepala untuk membantunya bernafas.

       Perkembangan gerak anak penting untuk diketahui agar orang tua tidak salah dalam mengurus anak. Gerak bayi yang secara reflek dapat dikembangkan dengan cara dilatih  dan bantuan orang tua seperti bayi yang tengkurap belum mampu melepaskan tangannya yang terjepit badannya sendiri dan membutuhkan pertolongan orang tua.

       Anak 1 bulan senang menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Orang tua dapat memaksimalkan perkembangan ini dengan cara melonggarakan atau bedong sehingga tangan dan kaki bayi dapat bergerak bebas. Kurangnya pemahaman orang tua atau seringnya mendengar mitos-mitos yang mengatakan bahwa membedong bayi haarus kuat agar kakinya tidak bengkok dan tidak mencakar kulitnya sendiri. Melonggarkan bedong pada bayi dapat memuat bayi bergerak


secara leluasa sehingga perkembangan motoriknya berkembang secara normal.

1.2  Tujuan

       Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui perkembangan gerak anak dari 0 – 4 tahun ( balita ), 5 – 12 tahun ( anak-anak ) dan 13 – 16 tahun ( remaja )

1.3  Rumusan Masalah

       Mengetahui perkembangan gerak anak dari balita hingga remaja sangatlah penting bagi orang tua maupun guru sehingga mengerti secara utuh perkembangan anak sehingga tidak salah dalam mendidik gerak anak. Mengetahui perkembangan gerak anak tidak hanya diperlukan oleh ibu saja atau pengasuh bayi saja, namun bagi guru terutama guru pendidikan jasmani di sekolah sangat penting memahami perkembangan gerak anak untuk mendidik jasmani anak menjadi bugar. Bagi seorang pelatih cabang olahraga tertentu juga perlu mengetahui perkembangan gerak atlitnya.

 

 

 

 

 

 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian

       Perkembangan gerak meneghasilkan dua pandangan berbeda antara perkembangan gerak yang memperhatikan hasil gerak atau movement product dan perkembangaan gerak yang memendang pada proses gerak atau movement process.

       Seorang pakar perkembangan gerak yaitu Keogh menjelaskan bahwa perkembangan gerak dapat didefinisikan sebagai perubahan kompetensi atau kemampuan gerak dari masa bayi ( infancy ) sampai masa dewasa ( adulthood ) serta melibaatkan berbagai aspek perilaku manusia, kemampuan gerak dan aspek perilaku yang ada pada manusia ini mempengaruhi kemampuan dan perilaku manusia.

       Perkembangan gerak merupaka sebuah proses yang terus menerus di lalui dari masa pembuahan ( antara sperma dan ovum ) dan berhenti hanya dengan kematian.

2.2  Perkembangan pada anak

       Perkembangan utama pada anak termasuk bicara, bahasa, kognisi, persepsi, dan motorik halus dan kasar.(Curtis, 1998)

       Terdapat beberapa perkembangan pada anak seperti di kemukakan oleh Audre  Curtis dalam bukunya yang berjudul A curriculum for the pre-scool child edisi ke dua dari penelitian yang dilakukan oleh Taylor, Exon dan Holley pada tahun 1972 yang memfokuskan penelitian pada bidang berikut:

 

1.      Perkembangan intelektual anak, yaitu mendorong dia menggunakan bahasa, membantunya cara belajar, merangsang rasa ingin tahunya dan mendorong pekembangan kemampuannya untuk menggunakan konsep.

2.      Perkembangan sosial dan emosional anak, yaitu membantunya membentuk hubungan yang stabil, mendorong rasa tanggung jawabnya, pertimbangannya terhadap orang lain, kepercayaan dirinya, kemandirian dan control diri.

3.      Perkembangan estetika anak, yaitu memberinya kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai bahan dalam seni dan music, mendorongnya untuk menjadi kreatif dan ekspresif serta membangkitkan kesadaran dan apresiasi kecantikan yang tumbuh dalam dirinya.

4.      Perkembangan fisik anak, yaitu membantuu anak untuk menggunakan tubuhnya secara efektif dengan memberikan udara segar, ruang untuk bermain dan tidur, makanan yang baik, pelatihan kebersihan pribadi dan perawatan medis secara teratur.

5.      Penciptaan transisi yang efektif dari rumah ke sekolah, yaitu menyediakan kondisi yang saling mendukung untuk perkembangan anak di rumah dan di sekolah.

Perkembangan gerak pada seluruh jenjang usia akan mengalami peningkatan apabila dilakukan proses pembelajaran secara terus menerus. Perkembangan gerak dipengaruhi oleh berbagai aspek yaitu aspek biologis, lingkungan, kognitif dan afektif. Perkembangan gerak berkaitan erat dengan perkembangan fisik yaitu pertumbuhan tubuh dan otak, kapasitas sensoris, dan keterampilan-keterampilan motoric. Gerak dalam hal ini dikaitkan dengan gerak fungsional. Gerak fungsional merupakan aktivitas yang memungkinkan seseorang untuk dapat menjalankan fungsi fisik, sosial dan psikologis serta memungkinkan seseorang untuk menjalankan hidupnya dengan bermakna.

2.3  Perkembangan gerak anak usia 0 – 4 tahun ( balita )

       Anak usia 0 – 4 tahun merupakan usia anak yang sangat berpotensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi cerdas sebagai tumpuan harapan bangsa di masa yang akan dating yang biasas disebut dengan masa kekemasan. Perkembangan gerak anak usia balita banyak yang beranggapan bahwa perkembangan fisik dan motorik ini adalah perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh seorang anak. Adapun awal gerak yang dialami seorang anak yaitu motoric kasar sering ditandai dengan seorang anak yang selalu bermain sedangkan motorik halus dengan mulainya anak berkembang seperti memegang benda-benda disekitarnya.

       Perkembangan gerak anak usia 0 – 4 tahun akan mengalami langkah-langkah dalam perkembangan gerakan mulai dari tengkurap sampai dengan bisa duduk. Perkembangan gerak selanjutnya adalah perkembangan koordinasi mata dan tangan. Fase perkembangan ini seorang anak mulai bisa mengkoordinasikan  mata dan tangannya serta menggabungkan keduanya yaitu dengan cara mata melihat kemudian diikuti oleh gerakan tangan yang tertuju pada yang dilihatnya.

       Perkembangan anak pada usia 2 tahun semakin kreatif dan mulai mengekslorasikan berbagai cara untuk berpindah dari sau tempat ke tempat lain seperti berguling, merangkak, berjalan, berlari, melompat dan memanjat. Anak juga bias menendang bola kecil kedepan, menangkap bola yang digelindingkan dan melempar bola dengan tangan. Meskipun sering jatuh, keseimbangan anak menjadi lebih konsisten. Pada usia anak 3 tahun sudah menjadi lebih seimbang dan dapat bergerak dengan mantap. Selain anak mampu berjalan, mereka juga lebih terkoordinasi saat berlari, memanjat, dan melakukan aktivitas lain  yang melibatkan otot besar pada tubuhnya. Dengan  berkembangnya koordinasi otot anak kini bias menangkap bola besar menggunakan tangan dan tubuh mereka. Pada usia ini anak juga bias berjalan dalam satu garis lurus dan bergerak cepat melewati rintangan. Perkembangan gerak anak pada saat berjalanpun sudah dapat dilakukan tanpa harus melihat kea rah kakinya dan dapat berjalan mundur perlahan. Usia anak 4 tahun sudah mampu melakukan keterampilan gerak yang baik. Anak usia ini sudah memahami konsep bergerak di ruangan tanpa menabrak benda atau orang. Berdiri dengan satu kaki selama 5 detik atau lebih, kini menjadi aktivitas yang biasa mereka selesaikan tanpa bantuan ibu.

2.4  Perkembangan gerak anak usia 5 – 12 tahun ( anak-anak )

       Anggapan keliru tentang perkembangan gerak anak akan berkembang secara otomatis dengan bertambahnya usia anak. Perkembangan gerak anak perlu adanya bantuan dari para pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini. Kemampuan melakukan gerakan dan tindakan fisik untuk seorang anak terkait dengan rasa percaya diri. Oleh karena itu perkembangan gerak anak sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain untuk anak usia dini (Sukamti, 2001).

       Perkembangan gerak pada anak usia 5 tahun sudah dapat berjalan dan berlari dengan mantap serta mampu menentukan arah, kecepatan dan kualitas gerakan mereka secara bervariasi. Peningkatan kemampuan untuk menyeimbangkan dan mengkoordinasikan gerak membantu mereka untuk dapat mengenderai sepeda dengan bantuan roda latihan, melakukan lompat tali dan memainkan bola dengan terampil. Karakteristik anak usia 5 – 12 tahun berkaitan aktivitas fisik yaitu umumnya anak senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang praktik langsung.

2.5  Perkembangan gerak anak usia 13 – 16 tahun ( remaja )

       Prestasi olahraga Indonesia perlu di persiapkan dari anak usia dini agar berkualitas yang bisa menjadi tumpuan harapan sebagai titik awal untuk bangkit sehingga prestasi olahraga Indonesia bias jaya kembali. Kemampuan gerak dasar yang meliputi gerak lokomotor, non lokomotor, dan manipulative pada anak-anak perlu dioptimalkan, sehingga akan terlahir anak-anak berbakat yang nantinya akan menjadi calon-calon atlet yang akan membawa nama Indonesia dikancah olahraga dunia. Anak-anak berbakat merupakan program jangka panjang karena pemebntukan atlet yang berkualitas membutuhkan waktu yang lama.

       Dengan bertambahnya usia anak akan berkembang melalui suatu rangkaian tingkatan yang bertahap dan sifat-sifat fisik akan berubah serta keterampilan baru akan dipengaruhi dan disempuranakan Rosenblatt (1974:48-54).

 

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

3.2   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Curtis, A. (1998). A curriculum for the pre-school child; Learning to Learn.

Sukamti, E. R. (2001). Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Sebagai Dasar Menuju Prestasi Olah Raga. Diakses Dari Http://Staffnew. Uny. Ac. Id/Upload/131568302/Penelitian/PERKEMBANGAN+ MOTORIK+ KASAR+ ANAK+ USIA+ DINI. Pdf.

 

 


0 Komentar